Postingan

Review Buku Gurunya Manusia

Gambar
  Judul Buku : GURUNYA MANUSIA Penulis : Munif Chatib Penerbit : Mizan Group E-ISBN : 978-602-487-006-5 Review by Dety Moenadjat Berawal dari keresahan saya sebagai orang tua tentang sistem pendidikan di Indonesia yang dewasa ini semakin tidak berpihak pada kemampuan non akademis. Ditambah dengan keluhan-keluhan sesama orang tua terkait banyaknya tugas yang memeras otak dan tenaga anak selama masa pandemi. Maka saya memilih buku ini untuk ditelaah yang mungkin bisa dijadikan referensi bacaan untuk orang tua, pendidik atau teman-teman yang berhubungan dan menaruh minat pada perkembangan pendidikan di Indonesia. Sukses dengan buku pertamanya yang berjudul "SEKOLAHNYA MANUSIA", dimana di dalamnya dibahas bagaimana seharusnya sekolah yang baik dan mendukung semua siswa untuk menjadi juara, Munif Chatib melanjutkan misinya untuk membangun mutu pendidikan di Indonesia dari segi sumber daya manusia. Keberhasilan sebuah sistem pendidikan tidak terlepas dari peran aktif para pe...

CEMBURU DENGAN SAUDARA

Gambar
CEMBURU DENGAN SAUDARA Writer : Dety Moenadjat Sembilan tahun berumah tangga, belum cukup menjadikan kami sebagai orang tua yang mumpuni. Meskipun telah banyak teori pengasuhan yang kami pelajari, entah itu dari seminar parenting, acara talk show di televisi, kanal YouTube, atau membaca buku-buku tentang cara pengasuhan, nyatanya dalam aplikasi tidak semudah yang kami ekspektasikan. Setiap hari, ada saja tingkah polah anak-anak yang membuat kami belajar. Saya pernah membaca teori bahwa, otak anak mudah menerima masukan, tapi mudah pula lupa. Meskipun baru saja kemarin mereka mampu menyelesaikan masalah dan sepakat akan peraturan yang ditetapkan, bisa saja hari ini terulang lagi masalah dan pelanggaran yang sama. Memang seperti itulah anak-anak. Saya dan suami harus paham, karena sabar saja tidak cukup dan jangan pernah bosan mengingatkan. Empat anak kami memiliki watak yang berbeda. Mungkin karena pola asuh kami pada setiap anak berubah-ubah. Dulu, saat kelahiran anak perta...

MENASIHATI TANPA MENCELA

MENASIHATI TANPA MENCELA Assalamu'alaikum Bunda bahagia, ini tulisan pertama saya di blog. Awalnya bingung, saya harus isi artikel apa aplikasi yang sudah lama saya download ini.  Sebagai seorang ibu rumah tangga, dengan empat orang putri yang jarak kelahirannya bisa dibilang dekat, tentu banyak sekali kisah suka dukanya.  Mulai dari anak pertama, dengan usia pernikahan kami yang masih muda, hingga lahirlah tiga anak berikutnya. Saya yakin, Bunda bahagia (Buba) punya pengalaman masing-masing yang tidak kalah unik, seru dan heroiknya. Namun, tidak ada salahnya jika kita saling berbagi. Mana tahu ada satu atau dua kisah yang bermanfaat dan menginspirasi Buba di seluruh Nusantara. Kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang anak pertama dan kedua. Nafisah (7 tahun) dan Zya (4 tahun). Kebayang dong, Buba, bagaimana serunya jika mereka sudah bermain? Yups. Seisi rumah dipenuhi suara dan mainan mereka. Seakan-akan kita yang ngontrak. Haha.  Jadi ceritanya dua hari lalu, anak ke...